MY SUMMARY


1 Comment

NYAWA & NAFSU MANUSIA

NYAWA
1. NAFAS …… Berada dimulut yaitu keadaan keluar masuk dari tubuh manusia
2. AMPAS …… Berada dihidung yaitu keadaan keluar masuk dari pada tubuh manusa
3. TANAPAS …. Berada ditengah-tengah antara telinga kanan dan telinga kiri
4. NUPUS ……… Berada dijantung yaitu keadaan kedalam Jiwa,tidak keluar tidak kekanan,maupun kekiri,keatas maupun kebawah,kehadapan maupun kebelakang,yaitu Alif… ( ) pada insan yang meliputi sekalian tubuh manusia.

1. Hidup Nafas karena Ampas
2. Hidup Ampas karena Tanapas
3. Hidup Tanapas karena Nupus
4. Hidup Nupus … Dengan Rahasia dan Rahasia itu adalah diri Rahasia Allah SWT.yaitu diri Bhatin manusia.

NAFSU

Suatu perlakuan naluri manusia yang mendorong manusia berperilaku menyimpang yang bertentangan dengan syariat dan hakekat Allah SWT. Karena nafsu itu merupakan tahap hijab yang harus ditembus atau dipecahkan oleh seorang anak manusia untuk mengenal dirinya dan mengenal Tuhannya.

Tanpa memecahkan dinding hijab ini manusia tidak mungkin dapat kembali kepada Tuhannya semasa hidupnya didunia atau mematikan dirinya sebelum mati.

7 martabat nafsu

  1. NAFSU AMARAH

  2. NAFSU LAWAHMAH

  3. NAFSU MULHAMAH

  4. NAFSU MUTMAINAH

  5. NAFSU RADIAH

  6. NAFSU MARDIAH

  7. NAFSU KAMALIAH

WALAKAT HALAKNA PAUKA KUM SAB’ATARA-IKA

Artinya :    Kami telah menciptakan dirimu tujuh jalan (nafsu) (Q.S. Al-Mu’minun : 17)

Memancarnya suatu nur didalam Jantung itulah yang dinamakan kalbu. (Iman)

Setelah memecahkan dinding hijab yang disebut Nafsu Amarah


Innan Nadsa la-am maratun bissu-i

Artinya : Sesungguhnya nafsu amarah itu senantiasa menyuruh berbuat jahat.

(Q.S. Yusuf 53)

sumber : http://ismulhaq.com

Advertisements


Leave a comment

TINGKAT ILMU DALAM ISLAM

TINGKAT ILMU :
1. ILMU QALAM
2. ILMU GHAIB
3. ILMU SYAHADA

ILMU QALAM ialah yang paling rendah tingkatannya yaitu Ilmu dunia. Namun demikian dengan ilmu ini manusia sudah sampai pergi ke Bulan.

ILMU GHAIB ialah Ilmu yang diterima manusia melalui jalan laduni yaitu dengan petunjuk guru Ghaib yang Mursyid.melalui 5 cara :
1. NUR yaitu petunjuk ghaib yang diterima melalui mimpi-mimpi yang bisa diterjemahkan oleh guru ghaib.
2. TAJALI yaitu ilmu ghaib yang diterima melalui penjelmaan buah pikiran dari pada perasaan ZUK sesama mereka menjalani latihan tareqat tasauf,sehingga muncul dari akalnya suatu pengetahuan baru yang tidak pernah diketahui sebelumnya.
Misalnya : Terbacalah olehnya sepotong do’a sedangkan do’a tersebut belum pernah dibacanya atau diketahuinya.
3. cara sir ialah : suatu jalan penyampaian ilmu ghaib secara Rahasia, ia hanya dapat dirasai dan didengar oleh seseorang itu secara Mutlak. Dimana seseorang itu akan mendengar suatu suara yang data ng kepadanya. Suara tersebut akan memberi tahu sesuatu dan mengajarkan ilmu ghaib dengan terang dan jelas berupa bisikan dan disertai dengan satu Kelejatan yang sulit untuk diceritakan.
4. CARA SIRUSIR ialah : Suaut cara penyampaian ilmu ghaibdengan cara rahasia.seseorang yang menerima ilmu ghaib dengan cara ini mereka dapat meliat dengan mata Bathin dan mendengar dengn telinga bathin.
5. CARA TAWASSUL ialah penjelmaan seorang guru atau wali-wali Allah yang ghaib dan mereka menjelma untuk bertemu dengan orang-orang tertentu yang sedang menjalankan ilmu tasauf. Mereka ketemu dengan keadaan nyata (hidup) bukan dalam mimpi, dia datang sama seperti kedatangan tamu biasa atau kawan kita. Kadang-kadang penjelmaan mereka bisa dilihat oleh orang ramai, bila kebetulan penjelmaan itu terdapat banyak orang.
Perlu diingat kedatangan mereka merupakan suatu penghomatan yang besar kepada ahli tasauf atau murid yang sedang mendalami ilmu tasauf. Bagi mereka yang dapat mengusai dan mengalami sendiri ilmu ini maka sudah pasti mereka dapat menjelajahi seluruh Alam Maya.
Mereka diberi peluang untuk menjelajahi alam lain termasuk alam Barzah,Surga dan Neraka.Arash dan Qursi Allah SWT. Bagi mereka yang sudah sampai ketahap ini sulit diterima oeh tahap-tahap pemikiran manusia. Mereka yang sudah sampai keperingkat ini jiwanya akan tenang disamping Tuhannya, semasa hidupnya didunia ini dan juga dialam akhirat nanti, mereka adalah termasuk dikalangan manusia yang baik dan beruntung.

ILMU SYAHADAH : Ialah merupakan martabat ilmu yang tertinggi,karena ilmu ini Tuhan sendiri yang akan mengajarkannya kepada manusia.
Manusia diajarkan untuk mengenali dirinya (Jasmani) dan diri bathinya (Rohani). Hanya orang-orang yang mempunyai martabat tinggi disisi Allah yang dapat menguasai ilmu ini. Ilmu ini sangat luar biasa karena hanya dimiliki oleh para Rasul, Nabi dan wali-wali Allah yang teragung.maka beruntunglah manusia yang termasuk wali-wali Allah.
……MAN ARAFA NAFSAHU,FAKAT ARAFA RABBAHU………………………..
(“ Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya “).

sumber : http://ismulhaq.com


1 Comment

WHUDUK DALAM ISLAM

Ialah membersihkan diri sebelum menunaikan shalat

  1. Niat

  2. Membasuh Muka

  3. Membasuh Tangan

  4. Membasuh Kepala

  5. Membasuh Telinga

  6. Membasuh Kaki

  7. Tertib

Hakekat Niat dalam Wuduk : ialah

“tiada wujud pada diriku hanya Allah semata”

Jadi Kita Mengisbatkan Hidup Kita, Ilmu Kita, Pandangan Kita, Penglihatan, Kuasa Kita, Kata-Kata Kita Semuanya Adalah Hak Allah Semata. (Ia Haiyun, Ia Alimun, Ia Sami’un, Ia Basirun, Ia Kadirun, Ia Maridun, Ia Mutakalimun Bil Hakki Illallah).

Hakekat    Membersihkan Muka dalam wuduk ialah :

Membuang semua sifat : sombong angkuh, kemuliaan, kebesaran,yang ada pada diri manusia.

Hakekat    Membasuh Tangan dalam wuduk ialah :

Membuang semua sifat-sifat aku berkuasa, aku orang kuat dan aku orang besar.

Hakekat    Membasuh Kepala dalam wuduk ialah :

Membersihkan segala fikiran dari segala urusan dunia

Hakekat    Membasuh Telinga dalam wuduk ialah :

Membersih segala pendengaran dari hal-hal yang tidak perlu

Hakekat    Membasuh Kaki dalam wuduk ialah :

Kita harus membetulkan perjalanan kita hanya untuk satu tujuan yaitu : “Allah SWT” semata.

RUKU SHALAT ADA 13 PERKARA :

  1. NIAT

  2. BERDIRI BAGI YANG MAMPU

  3. TAKBIRATUL IKHRAM

  4. MEMBACA AL-FATEHAH

  5. RUKU’

  6. I’TIDAL

  7. SUJUD

  8. DUDUK ANTARA DUA SALAM

  9. DUDUK PADA TASYAHUD AKHIR

  10. MEMBACA TASYAHUD AKHIR

  11. MEMBACA SHALAWAT NABI

  12. SALAM

  13. TERTIB

Yang membatalkan shalat ada 12 perkara
  1. Sengaja berbicara

  2. Bergerak yang bukan gerakan shalat berturut-turut sebanyak 3x

  3. Berhadats kecil atau besar

  4. Terkena najis

  5. Terbukanya aurat dengan sengaja

  6. Berubah niat

  7. Membelakangi kiblat

  8. Makan atau minum dengan sengaja walaupun sedikit

  9. Tertawa terbahak-bahak

  10. Murtad

  11. Meninggalkan salah satu rukun dengan sengaja

  12. Mendahului imam sebanyak 2 rukun

Hakekat rukun sembahyang 13 pekara ialah :

Mengandung makna hakekat sendi-sendi besar yang bergerak pada tubuh manusia :

  1. Sendi tengkok

  2. Sendi bahu kanan

  3. Sendi lengan kanan

  4. Sendi tangan kanan

  5. Sendi bahu kiri

  6. Sendi bahu kiri

  7. Sendi tangan kiri

  8. Sendi paha kanan

  9. Sendi paha kiri

  10. Sendi lutut kanan

  11. Sendi kaki kanan

  12. Sendi kaki kiri

  13. Sendi lutut kiri

Niat sembahyang dibagi empat :

  1. NIAT BASITAH

  2. NIAT TAUZI’IYAH

  3. NIAT HURUFIYAH

  4. NIAT KAMALIYAH

NIAT YANG 4 INI DIBAGI LAGI MENJADI 2 BAGIAN :

2 NIAT YANG BATAL DAN 2 NIAT YANG SAH

NIAT YANG BATAL

  1. NIAT BASITAH ARTINYA TERHAMPAR, MULAI DARI USSHALLI KEMUDIAN DIARTIKAN DIDALAM HATI.

  2. NIAT TAUZI’IYAH IALAH MENGARTIKAN DALAM SATU KALIMAT.

CONTOH : USSALLI FARDAL JUHRI ARBA‘A RAKA ATIN LILLAHI TA’ALA (TIDAK DIARTIKAN DIDALAM HATI)

NIAT YANG SAH

1). NIAT HURUFIYAH IALAH : MENGHADIRKAN ZAT SHALAT DAHULU SEDIKIT SEBELUM TAKBIRATUL IKHRAM.

NIAT HURUFIYAH INI ADA 3 :

  • DANI YAITU ROH TABI’I

  • USTO YAITU ROH ‘IDAFI

  • KASUI YAITU ROH RABBANI YANG LEBIH TINGGI DARI DANI DAN USTO

2). NIAT KAMALIYAH YAITU : YAITU NIAT PARA NABI, WALI ARTINYA : MULAILAH NIAT YANG SAH ITU ITU HURUF ALIF ALLAH DAN DIAKHIRI DENGAN ALLAHU AKBAR.

DALIL YANG MENDUKUNG 2 NIAT YANG SAH :

  1. AWALUDIN MA’RIFATULLAH
    AWAL AGAMA MENGENAL ALLAH

  2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH
    TIDAK SYAH SHOLAT TANPA MENGENAL ALLAH

  3. MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU
    BARANG SIAPA MENGENAL DIRINYA DIA AKAN MENGENAL TUHANNYA

  4. ALASTUBIRAFBIKUM QOLU BALA SYAHIDENA
    BUKANKAH AKU INI TUHANMU ? BETUL ENGKAU TUHAN KAMI, KAMI MENJADI SAKSI (Q.S AL-‘ARAF 172)

  5. AL INSAANU SIRRI WA ANNA SIRRUHU
    MANUSIA ITU RAHASIAKU DAN AKULAH RAHASIANYA

  6. WAFI AMFUSIKUM AFALA TUB SIRUUN
    AKU ADA DI DALAM JIWAMU MENGAPA KAMU TIDAK MEMPERHATIKAN

  7. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ
    AKU LEBIH DEKAT DARI URAT NADI LEHERMU

  8. LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH
    AKU TIDAK AKAN MENYEMBAH ALLAH BILA AKU TIDAK MELIHATNYA LEBIH DAHULU

  9. WAKALBUL MU’MININ BAITULLAH
    JIWA ORANG MU’MIN ITU RUMAHNYA ALLAH

INNA AURAMA YANJURU MIN’AKMALIHIS SHALAT

PA’IN ZAJAT LAHU NUJIRA FISA IRI AKMALIHI

WAINLAM TAJUD LAHU YANJURU FISAI IN MIN AKMALIHI BAKDA

ARTINYA :

SESUNGGUHNYA YANG MULA-MULA DILIHAT OLEH ALLAH DARI AMAL PERBUATAN ANAK MANUSIA ADALAH SHALATNYA.

APABILA SHALATNYA SEMPURNA DITERIMALAH SHALATNYA ITU DENGAN AMAL-AMALNYA YANG LAIN.

JIKA SHALATNYA TIDAK SEMPURNA, MAKA DITOLAKLAH SHALATNYA ITU DENGAN AMAL-AMALNYA YANG LAIN.

(HADITS RIWAYAT HAKIM)

                                                                                                                                         

YAKTI ALANNAASI ZAMANU YUSALLUUNA WALA YUSALLUUN.

ARTINYA : AKAN DATANG KEPADA MANUSIA SUATU ZAMAN, BANYAK YANG SHALAT PADAHAL SEBENARNYA MEREKA TIDAK SHALA.(H.R. AHMAD)

                                                                                                                                         

PAWAILUL LIL MUSALLIN

MAKA CELAKALAH BAGI ORANG-ORANG YANG SHALAT.

ALLAZINAHUM AN SHALATIHIM SAHUN

ORANG-YANG LALAI DARI SHALATNYA

(Q.S. AL-MA’UN AYAT 4 DAN 5)

                                                                                                                                         

QAD AFLAHA MAN TAJAKKA, WAJA KARAS MARABBIHI FASHALLAH.

ARTINYA :

SESUNGGUHNYA BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG SELALU MENSUCIKAN DIRINYA.

DAN DIA INGAT NAMA TUHANNYA LALU IA SHALAT

(Q.S. AL-A’LA 14,15)

SHALAT 5 WAKTU BERASAL DARI HURUF : ALIF, LAM, HA, MIM, DAL

“ALHAMDU”

ALIF

SUBUH

SYAHADAT

ALLAH

NIAT

ALIF HA MATI

LAM

ZOHOR

SEMBAHYANG

API

BERDIRI

ALLAH

HA

ASAR

PUASA

ANGIN

RUKUK

MUHAMMAD

MIM

MAGHRIB

ZAKAT

AIR

SUJUD

ADAM

DAL

ISYA

HAJI

TANAH

DUDUK

HAWA

MASYA ALLAH KANA MINAL MUKMININ HAKKA

SEMOGA ALLAH MENJADIKAN AKU ORANG MUKMIN YANG SEBENARNYA

sumber : http://ismulhaq.com


Leave a comment

KIBLAT DALAM ISLAM

Pertama   : Kiblat kearah tenggelamnya arah matahari,masuk pada Syariat.

Kedua     : Kiblat I’tiqat hati berbetulan dengan Baitullah,masuk kepada Thariqat.

Ketiga     : Kiblat I’tiqat hati berbetulan dengan Baitul Ma’mur,masuk kepada Haqiqat.

Keempat : Kiblat I’tiqat hati seakan-akan menghadap muka (wajah) kita kepada Allah Ta’ala masuk kepada Ma’rifat Kamalul Yaqin

Adapun keterangan yang lebih jelas yang menentuka bahwasanya Muhammad itu tiada mempunyai sesuatu hanya sekedar nama jua,adalah seperti tersebut dibawah ini :

1.      Adapun yang dikatakan Rahasia Muhammad itu,sebenarnya tiada lain dari pada kezahiran 5 (lima) Sifat Allah yang dinamakan : Ujud – Qidam – Baqa – Mukhalafatuhu Lil Hawadits – dan Qiamuhu Ta’ala Binafsihi : yaitu kaliamah:La.

2.      Adapun yang dikatakan Nyawa Muhammad itu,sebenarnya tiada lain dari pada kezahiran 6 (enam) sifat Allah dinamakan kalimah : Ilaha yaitu: Sama’- Bashar – Kalam – Sami’un – Basirun – dan Mutakalimun.yaitu kalimah : Ilaha

3.      Adapun yang dikatakan Hati Muhammad itu,sebenarnya tiada lain dari pada kezahiran 4 (empat) sifat Allah yang dinamakan Illa yaitu : Qudrat – Iradat – Ilmu – dan Hayat,yaitu kaliamah Illa.

4.      Adapun yang dikatakan Tubuh Muhammad itu,sebenarnya tiada lain dari pada kezahiran 5 (lima) sifat Allah yang dinamakan kalimah Allah yaitu : Qadirun – Muridun – Alimun – Hayyun – dan wahdaniyat,yaitu kalimah: Allah.

Jadi jelas bahwa Muhammad itu adalah sifat Allah jua.yaitu sifat kebesaran,keelokan,dan kesempurnaan yaitu yang dinamakan dengan kalimah tauhid artinya Esa.

Kalimah yang mulia yaitu : “ LA ILAHA ILLA ALLAH “ artinya tiadfa yang terdahlu hai Muhammaad dan tiada yang terkemudian ya Muhammad malainkan tiap-tiap sesuatu itu beserta Allah.

Maka wajiblah diketahui maksudnya kalimah yang itu,supaya menjadi tauhid dan Ma’rifat.

¨      Adapun kalimah “ La Ilaha Illa Allah “ itu terbagi dua: pertama La Ilaha-dan kedua Illa Allah.

¨      Adapun La Ilaha itu,sifat kekayaan yang tiada ad kekurangan yang maih berkehendak yaitu Muhammad.

¨      Kemudian hendaklah kita ketahui,yang bernama Muhammad itu,apa oleh Allah Ta’ala – dan yang bernama Alllah Ta’ala itu,apa oleh Muhammad ….supaya benar-benar bisa menjadi tauhid pada kalimah yang muliaitu adanya.

Adapun itu,hamba artinya hamba itu,Ilmu-nya Rahasia-nya oleh Allah Ta’ala: karena Allah itu nama bagi zat yangWajibal Wujud dan mutlak,yakni bathin Muhammad dan Ta’ala itu adalah nama bagi sifat,yakni zahir Muhammad.

Jadi jelaslah – zahir dan bathin Muhammad itulah yang bernama Allah Ta’ala.dengan demikian,maka patutlah kalimah yang mulia itudinamakan kalimah tauhid artinya kalimah Esa yaitu: La Ilaha Illa Allah,maka kalimah yang mulia ini pertemuan hamba dengan Tuhan-nya.

Lagi pula,kalimah yang mulia ini – diumpamakan sebesar-besar dan selebar-lebar gedung perhimpunan segala Rahasia,segala Ruh,segala Nyawa,segala Ilmu,serta isinya Islam dan Iman,segala tauhid dan ma’rifat,yang kesemuanya itu adalah terhimpun didalam kalimah yang mulia itu adanya.

“La Ilaha Illa Allah” pada Ma’rifat artinya Tiada ada Ujud sesuatupun melainkan Allah jualah yang Maujud.

sumber : http://ismulhaq.com


Leave a comment

TAKBIRATUL IHRAM

1.      Bahwa takbir engkau dengan syah lagi jasan yakni yaqin.

2.      Bahwa adalah hatimu itu hadir dengan Allah ta’ala yakni ingat kepada allah ta’ala ….maka takbir engkau serta membenarkan Allah ta’ala

3.      Takbir enkau itu menjauhi apa yang dilarang Allah SWT.

4.      Bahwa diwaktu mengangkat takbir itu tempat perhimpunan dari pada”LA ILAHA ILLA ALLAH” yaitu pandangan kita hanya kepada Allah semata-mata.artinya diri kita itu fana sekali-kali tidak mempunyai……..melainkan hanya Ujud Allah jua adanya.

5.      Sembahyang-mu itu dikerjakan dengan khusyu’ artinya tetap hatimu menghadap kepada Allah ta’ala fan tetap angota jangan bergerak yang sia-sia.

6.      Hendaklah sembahyangmu itu ikhlas artinya bersih amal ibadat kita semata-mata karena Allah ta’ala.

7.      Sujud engkau itu,munajat artinya berkata-kata dengan Allah ta’ala didalam sembahyang – pada ……rasanya didalam rahasia hatinya …….itulah orang munajat dihadirat Allah Ta’ala.

8.      Dan Takbir engkau itu…hadir hatimu kepada Allah Ta’ala.

Hadir artinya tiada berpaling kepada sesuatu didalam sembahyangnya.

Zat wajibal wujud qadim yang disembah

Harap karunia ampun,rahmat dari pada Allah

LA ILAHA ILALLAH                               : Bagi Ruhul Hayat

MUHAMMAD DARRASULULLAH      :  Bagi Tubuh Insan Kamil.

¨      Ruhul Hayat itu artinya Allah Ta’ala tajallia kepada Hayat.

¨      Tubuh Insan Kamil itu artinya Tubuh Insan yang sempurna atau Tubuh Muhammad yang sempurna.

Muhammad itu tiada jua sifat kebesaran,keelokan dan kesempurnaan.Sabda Nabi SAW. Artinya : Barang siapa yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja maka       sesungguhnya kafir yang nyata.

Ini adalah keterang dari pada mengenal jalan atau Aqidatun Rajih.

Caranya kita hendak mengangkat Takbiratul Ihram yaitu kita tarik nafas kita dengan HU (haqiqatnya Aku (Aku-Besar-Allah) masuk kedalam,setelah itu angkat Takbir”Allahu Akbar” dengan qashad,Ta’aradl dan Ta’ayyin,- (tubuh hati-ruh).

Dan didalam kita mengucapkan Takbir itu,diri kita fana dalam kalimah LA ILAHA  ALLAH”.tidak ada pengakuan kita,artinya fana hanya Allah Ta’ala semata-mata bukan kita,karena kita ini hamba.

¨      Tatkala kita mengangkat Takbir ingat akan Zat-Alif.

¨      Tatkala kita ruku’ ingat akan Sifat-Lam Awwal.

¨      Tatkala kita  I’tidal ingat akan Asma’-Lam Akhir.

¨      Tatkala kita Sujud ingat akan Af-al-Ha.

Zat-Alif                         Sifat-Lam                            Asma’-Lam                      Af-al-Ha

¨      Adapun Alif itu,ibarat Zat Allah menjadi Rahasia kepada Muhammad menjadi cahaya kepada kita

¨      Adapun Lam Awwal itu,ibarat sifat Allah,menjadi rupa kepada Muhammad menjadi tubuh kepada kita.

¨      Adapun Lam Akhir itu,ibarat Asma’ Allah,menjadi ilmu kepada Muhammad menjadi iman kepada kita.

¨      Adapun Ha itu,ibarat Af-al Allah,menjadi kelakuan kepada Muhammad,menjadi hati kepada kita.

Maka Hu itu artinya Akulah Allah.

Zat-Ma’rifat                                                                   Sifat-Haqiqat

Adapun Zat itu nyata                                                Adapun Sifat itu nyata

kepada Ma’rifat.                                                       kepada Haqiqat.

Asma’-Thariqat                                                             Af-al-Syariat

Adapun Asma itu nyata                                            Adapun Af-al itu nyata

kepada Thariqat.                                                      kepada Syariat.

¨      Adapun Syariat itu nyata pada kelakuan Tubuh Insan

¨      Adapun thariqat itu nyata kepada kelakuan Hati Insan

¨      Adapun Haqiqat itu nyata kepada kelakuan Nyawa Insan

¨      Adapun Ma’rifat itu nyata pada kelakuan Pu’ad (jantung)

Zat-Ma’rifat                                  Rahasia                               ( Min-Zat )

Sifat-Haqiqat                                Nyawa                                ( Ha-Sifat )

Asma’-Thariqat                            Hati                                     ( Mim-Asma’)

Af-al-Syariat                                Tubuh                                  ( Dal-Af-al )

Yang dinamakan hamba itu,oleh Allah SWT.adalah Muhammad,karena Muhammad itulah yang menpunyai : Tubuh – Hati – Nyawa – rahasia.

Muammad itu hamba,artinya ilmunya :Rahasia Allah.

HAKIKAT TAKBIR

Bermula haqiqat takbir itu,hendaklah kita hadirkan mata hati dengan Musyahadah kepada zat Allah terlebih dahulu/sebelum mengangkat takbiratul ihrak,maka hendaklah kita tetapkan segala kehendak hati,Ruh,dan perasaan kita untuk tawajuh (menghadap) dan liqa’ (menemui) Allah SWT.

Bila sudah demikian,baru kita kata usalli…dan sudah mengembalikan/menyerahkan amanat Allah Ta’ala yang ada pada kita,yakni ujud kita yang kasar ini (baharu) dan yang menanggung amanat yaitu diri kita yang bathin.Adapun amanat itu kita serahkan kepada pemilik amanah yakni Allah SWT.itulah sebabnya kita disebut Ummat Muhammad SAW yang ditanyai mengenai amanat Allah Ta’ala itu seperti firmannya :

Artinya : Bahwasanya Allah Ta’ala memerintah kepadamu sekalian untuk mengembalikan amanat itu kepada pemiliknya

Dengan dikembalikan/diserahkannya amanat Allah itu kepada pemiliknya yaitu Allah ta’ala itu sendiri,maka jadilah fana/lebur/hilang/karam sekalian sifat tubuh kita didalam laut “Ruh Bahrul Qadim”adapun yang tinggal ketika itu hanya sifat Ruh semata-mata,dan itulah Ruh ilmu Allah,kemudian,kita katakan Allahhu Akbar. Itulah yang dinamakan lebur/karam kehambaan diri kita (Fana Fillah) kedalam ke-Baqaan Allah,dimana nyata keadaan zat Allah semata-mata.

Inilah yang harus kita syuhudkan sampai kepada salam.

Maka janganlah kita lalai dari paenjelasan ini-yang artinya syuhud itu,dipancang dengan mata hati itulah pengetahuan zat dan ilmunya dan sebenar-benar ilmunya itu,iman kepada kita dan sebenar-benar Sir-Allah itu,cahaya kalam Allah yang tidak berhuruf,tidak bersuara yaitu ujud zat yang mutlak,seperti yang tersebut dalam Hadits Qudsi :

Artinya : tidak bersuara,tidak berhuruf dan tiada bertempat/berbekas.

Firman Allah dalam Al-qur’an :

Artinya :Apakah mereka itu dijadikan bukan dari sesuatu atau mereka yang menjdikan mereka,dan bukanlah Aku yang menjadikan mereka.

Hendaklah takbir kita itu,dengan syah lagi jazam yakni yaqin.hati kita hadir dengan Allah Ta’ala,yakni ingat kepada Allah maka takbir kita serta membesarkan Allah Ta’ala.pada waktu mengangkat takbir itu,menjadi tempat perhimpunan pada kalimah La Ilaha Illa Allah : yang kita pandang hanya Allah semata-mata artinyakita fana sekali-kali tidak ada,yang ada hanya Ujud Allah semata.

Caranya adalah,sebelum mengangkat takbiratul ihram kita tarik nafas dengan Hu haqiqatnya Aku Allah Akbar yang lain semua kecil.sesudah itu di angkat takbiratul ihram “Allahu Akbar” dengan qasat,ta’aradh,ta’ayyin (tubuh hati Ruh).

 

ARTI SURAH AL-FATEHA :

 

Bismilah                                         : Allah menamai akan dirinya

Arrahman                                       : Ya Muhammad aku menciptakan engkau.

Arrahim                                         : Ya Muhammad aku menhatakan Rahasiaku kepadamu

Alhamdulillahi                               : Ya Muhammad,sembahyangku itu ganti sembahyangmu untuk memuji diriku.

Rabbil Alamin                                : Ya Muhammad,aku tau yang lahir dan yang bathin.

Arrahmannirrahim                         : Ya Muhammad,Yang membaca fateha itu aku dan sembahyang itu aku memuji diriku.

Maliki Yaumiddin                         : Ya Muhammad,Aku Tuhan yang maha besar pada isi sekalian alam,kamu ganti kerajaanku.

Iyya Kana’ Budu                           : Ya Muhammad,tiada lain yang sembahyang itu melainkan aku memuji diriku.

Waiyyakanas Ta’in                        : Ya Muhammad,yang ghaib aku jua tiada aku  engkau    ganti kerajaanku.

Ihdinasshirathal Mustaqim            : Ya Muhammad,tiad yang tau………engkau jua yang mengetahui aku.

Shiratallazi Na’an Amta’Alaihim  : Ya Muhammad,tiada murka aku kepadamu,tiada nyata aku jika tiada engkau.

Waladdhallin                                  : Ya Muhammad,jika tiada kasihku tidak ada engkau dan tiada Rahasiaku sekaliannya.

Amin                                               : Ya Muhammad,adamu itu ganti rahasiaku.

ARTI SURAH AL-IKHLAS :

Qul Huwallahu Ahad                      : Aku nyata dengan dirimu.

Allahus shamad                               : Aku jadi penolong dunia dan akhirat

Lam Yalid Walam Yulad                : Aku Esa Ghaib kepadamu.

Walam Yakul Lahu Kupuan Ahad : Aku nyata dengan dirimu

sumber : http://ismulhaq.com


7 Comments

HAKIKAT SHOLAT DALAM ISLAM

SHALAT 5 WAKTU BERASAL DARI HURUF :

ALIF, LAM, HA, MIM, DAL “ALHAMDU “

  • Alif = Subuh = Syahadat = Allah = Niat = Alif Ha Mati
  • Lam = Zohor = Sembahyang = Api = Berdiri = Allah
  • Ha = Asar = Puasa = Amgin = Rukuk = Muhammad
  • Mim = Magrib = Zakat = Air = Sujud = Adam
  • Dal = Isa = Haji = Tanah = Duduk = Hawa

RUKUN SHALAT ADA 13 PERKARA :

1. Niat
2. Berdiri bagi yang mampu
3. Takbiratul ikhram
4. Membaca Al-fatehah
5. Ruku’
6. I’tidal
7. Sujud
8. Duduk diantara dua salam
9. Duduk pada tasyahud akhir
10. Membaca tasyahud akhir
11. Membaca shalawat Nabi
12. Salam
13. Tertib

YANG MEMBATALKAN SHALAT ADA 12 PERKARA
1. Sengaj berbicara
2. Bergerak yang bukan gerakan shalat berturut-turut sebanyak 3 x
3. Berhadats kecil atau besar
4. Terkena Najis
5. Terbukanya aurat dengan sengaja
6. Berbah Niat
7. Membelakangi kiblat
8. Makan atau minum dengan sengaja walaupun sedikit
9. Tertawa terbahak-bahak
10. Murtad
11. Meninggalkan salah satu rukun dengan sengaja
12. Mendahului Imam sebanyak 2 rukun.

Hakekat rukun sembahyang 13 perkara ialah :
1. Sendi Tengkok
2. Sendi Bahu kanan
3. Sendi Lengan kanan
4. Sendi Tangan kanan
5. Sendi Bahu kiri
6. Sendi Lengan kiri
7. Sendi Tangan kiri
8. Sendi paha kanan
9. Sendi paha kiri
10. Sendi lutut kanan
11. Sendi lutut kiri
12. Sendi kaki kiri

NIAT SEMBAHYANG DIBAGI EMPAT :

1. NIAT BASITAH
2. NIAT TAUZI’IYAH
3. NIAT HURUPIAH
4. NIAT KAMALIYAH

NIAT YANG INI DIBAGI LAGI 2 : 2 NIAT YANG BATAL DAN 2 NIAT YANG SYAH

2. NIAT YANG BATAL :

1. Niat Basitah Artinya terhampar,mulai dari Ussalli kemudian diartikan dalam hati.
2. Niat tauzi’iyah ialah mengartikan dalam satu kalimat.
Contoh : Ussalli pardal juhri arba’araka atin lillahhi ta’ala (tidak di artikan di dalam hati).

2 NIAT YANG SYAH :

1. Niat hurupiah ialah : Menghadirkan zat shalat dahulu sedikit sebelum takbiratul ihkram.
Zat shalat Qalbu atau Hati.

NIAT HURUPIAH ADA 3 :
1. Dani yaitu Roh Tabi’i
2. Usto’ yaitu Roh ‘Idafi
3. Kasui yaitu Roh Rabbani yang lebih tinggi dari Dani dan Usto’.

3. Niat Kamaliah yaitu : Niat para Nabi,Wali artinya : Mulailah niat yang syah itu dari huruf Alif Allah dan di akhiri dengan Allahu Akbar.

DALIL YANG MENDUKUNG DUA NIAT YANG SYAH :

1. AWALUDIN MA’RIFATULLAH Artinya : Awal agama mengenal Allah
2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFAT Artinya : Tidak syah shalat tanpa mengenal Allah.
3. LA SHALATAN ILLA BI HUDURIL QALBI Artinya : Tidak syah shalatnya kalau tidak hadir Hatinya atau Qalbunya.
4. WAKALBUL MU’MIN BAITULLAH Artinya : Jiwa (Hati) orang mu’min itu rumahnya Allah.
5. WAFI ANFUSIKUM AFALA TUBSIRUN Artinya : Aku ada didalam jiwamu (Hatimu) mengapa kamu tidak melihat.
6. MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU Artinya: Barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Allah.
7. LA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH Artinya : Aku (Syaidina Ali) tidak akn menyembah Allah,Bila aku tidak melihatnya.
8. Dan seterusnya ….banyak lagi dalil yang mendukung 2 Niat yang syah tersebut diatas.

BISMILLAHIRRAHMANNIRRAHIM

INNA AURAMA YANJURU MIN ‘AKMALIHIS SHALAT PA’IN ZAJAT LAHU NUJIRA FISA IRI AKMALIHI WAINLAM TAJUD LAHU YANJURU FISAI IN MIN AKMALIHI BAKDA Artinya :
Sesungghnya yang mula-mula dilihat oleh Allah dari amalan anak manusia adalah shalatnya.Apabila shalatnya sempurna diterimalah ahalatnya itu dengan amal-amalnya yang lain.
Jika shalatnya tidak sempurna,maka ditolaklah shalatnya itu dengan amal-amalnya yang lain.(HR.HAKIM).

YAKTI ALANNASI ZAMANU YUSALLUUNA WALA YUSALLUUN. Artinya :
Akan datang kepada manusia suatu zaman,banyak yang shalat padahal sebenarnya mereka tidak shalat.(QR.AHMAD).

PAWAILUL LIL MUSALLIN…….maka celakalah bagi orang-orang yang shalat.
ALLAZINAHUM AN SHALATIHIM SAHUN…….(Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.(QS.AL-MAUN AYAT 4 DAN 5).
QAD AFLAHA MAN TAJAKKA WAJA KARAS MARABBIHI FASHALLAH.
Artinya : Sesungguhya berbahagialah orang-orang yang selalu mensucikan jiwanya,dan dia ingat nama Tuhannya lalu ia shalat.(QS.AL-A’LA 14,15).

HAKEKAT SEMBAHYANG :

Berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri, bahwa tiada yang nyata pada diri kita… hanya diri bathin (Allah) dan diri zahir kita (Muhammad) adalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT.

Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatehah yaitu :

Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal)

Kalimat alhamdu ini diterima ketika rasulullah isra’ dan mi’raj dan mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Yaitu : Adam AS. Tatkala Roh (diri bathin) Adam AS. Sampai ketahap dada, Adam AS pun bersin dan berkata alhamdulillah artinya : segala puji bagi Allah

Apa yang di puji…. Adalah : zat (Allah) , Sifat (Muhammad), Asma’ (Adam) dan Af’al (Manusia):

Jadi sembahyang itu bukan sekali-kali berarti :

Menyembah, tapi suatu istiadat penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita itu adalah diri Allah semata.Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT. Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta.. tiada sesuatu yang kita punya : kecuali Hak Allah semata.

Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab 72 Inna ‘aradnal amanata ‘alas samawati wal ardi wal jibal.  Fa abaina anyah milnaha wa’asfakna minha wahamalahal insanu.

Artinya :

“sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya”

Dan karena firman Allah inilah kita mengucap :

“Asyahadualla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah”

Yang berarti :

 Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah Semata dengan tubuh zahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai dengan tanggal yang telah ditentukan.

Manusia akan berguna disisi Allah jika ia dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri.

Karena bila manusia dapat mengenal dirinya, maka dengan itu pulalah ia dapat mengenal Allah.

Hadits Qudsi….

“MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU”

Artinya : Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah

ALIF ITU ARTINYA     :       NIAT SEMBAHYANG

LAM ITU ARTINYA     :       BERDIRI

HA ITU ARTINYA        :       RUKU’

MIM ITU ARTINYA      :       DUDUK

Perkataan pertama dalam sembahyang itu adalah : Allahu Akbar (Allah Maha Besar) Perkata ini diambil dari peringatan ketika sempurnanya roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam AS. Adam AS. Pun berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar).

Dalam sembahyang harus memenuhi 3 syarat :

  1. Fiqli (perbuatan)

  2. Qauli (bacaan)

  3. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu)

Mengapa kita sembahyang sehari semalam 17 rakaat :

Adalah mengambil pengertian sebagai berikut :

Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah

  1. Ah Itu Menandakan Sembahyang Subuh
    Rakaat Yaitu Zat Dan Sifat

  2. Allah Itu Menandakan Sembahyang Zohor
    Rakaat Yaitu : Wujud, Alam, Nur Dan Shahadat.

  3. Muhammad Itu Menandakan Sembahyang Asar
    Rakaat Yaitu : Tanah, Air, Api, Dan Angin

  4. Adam Itu Menandakan Sembahyang Maghrib
    Rakaat Yaitu : Ahda, Wahda, Dan Wahdia

  5. Hawa Itu Menandakan Sembahyang Isya
    Rakaat Yaitu : Mani’, Manikam, Madi, Dan Di

    MENGAPA KITA SEMBAHYANG SEHARI SEMALAM 17 RAKAAT :
    Adalah mengambil pengertian sebagai berikut :
    Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah ( )
    1. AH ( ) itu menandakan sembahyang subuh…….”2”rakaat yaitu…Zat dan Sifat
    2. ALLAH itu menandakan sembahyang Zohor “4” rakaat yaitu :Wujud,Alam,Nur dan Syahadat.
    3. MUHAMMAD itu menandakan sembahyang Asar “4” rakaat yaitu : Tanah,Air,Api dan Angin.
    4. Adam itu menandakan sembahyang Magrib “3” rakaat yaitu :Ahda,Wahda,dan Wahdia.
    5. HAWA itu menandakan sembahyang Isya “4” rakaat yaitu : Mani,Manikam,Madi dan DI.

MENGAPA KITA MENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT 9 KALI DALAM 5 WAKTU SEMBAHYANG

Sebab diri bathin manusia mempunyai 9 wajah.

Dua kalimah syahadat pada :

  1. Sembahyang SUBUH 1 kali itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIRUSIR (Rahasia didalam Rahasia)

  2. Sembahyang ZOHOR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH

  3. Sembahyang ASAR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIA

  4. Sembahyang MAGHRIB 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD danMUHAMMAD

  5. Sembahyang ISYA 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA danMUHAMMAD

MENGAPA KITA HARUS BERNIAT DALAM SEMBAHYANG

Karena : niat itu merupakan kepala sembahyang.

Hakekat niat letaknya pada martabat alif dan ataupun kalbu manusia didalam sembahyang itu kita lapazkan didalam hati :

Niat sbb :

“aku hendak sembahyang menyaksikan diriku karena Allah semata-mata.”

Dalilnya :

  1. LA SHALATAN ILLA BI HUDURIL QALBI
    Artinya : Tidak Sah Shalat Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya)

  2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH
    Artinya : Tidak Syah Sholat Tanpa Mengenal Allah

  3. WAKALBUL MU’MININ BAITULLAH
    Artinya : Jiwa Orang Mu’min Itu Rumahnya Allah

  4. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ
    Artinya : Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu

  5. IN NAMAS SHALATU TAMAS KUNU TAWADU’U
    Artinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. (H.R. Tarmizi)

  6. AKI MIS SHALATA LI ZIKRI
    Artinya : Dirikan Shalat Untuk Mengingat Allah (QS. Taha : 145)

Sedangkan :

  1. Al-Fatehah ialah merupakan tubuh sembahyang

  2. Tahayat ialah merupakan hati sembahyang

  3. Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyan

    HAKEKAT AL-FATEHA DALAM SHALAT

  1. Membersihkan hati dari syirik kepada Allah SWT

  2. Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu :

    1. Bulu

    2. Kulit

    3. Daging

    4. Darah

    5. Tulang

    6. Lemak

    7. Lendir

  3. 7 ayat dalam Al-Fatehah merupakan tawaf 7 kali keliling ka’bah.

HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHALAT IALAH :

“Mengambil magna ucapan Nabi Adam AS. Ketika berdiri menyaksikan dirinya sendiri dan Nabi Adam AS. Mengucap kalimah Allahu Akbar.

Peristiwa ini merupakan tajali (perpindahan) diri rahasia Allah sehingga dapat di tanggung oleh manusia dengan 4 perkara yaitu :

1. Wujud                      2. Ilmu           3. Nur              4. Syahadat

Perkataan Allah pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat zat sedangkan perkataan “Akbar” pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat : sifat.

Jadi zat dan sifat itu tidak boleh berpisah, zat dan sifat sama-sama saling puji memuji

DALAM SHALAT ITU JUGA MENGANDUNG HAKEKAT ZAKAT.

Hakekat zakat dalam shalat ialah :

Mengandung makna     “    Pembersih hati “ dari pada syirik kepada Allah SWT.

“    Iiya Kanak Budu Wa Iiya Kanasta’in”

Hanya kepada Allah lah aku menyembah dan hanya kepada Allah lah aku mohon pertolongan

HAKEKAT PUASA DALAM SHALAT :

  1. Tidak Boleh Makan Dan Minum

  2. Mata Berpuasa

  3. Telinga Berpuasa

  4. Kulit Berpuasa

  5. Hati Berpuasa


Leave a comment

SYAHADAT DALAM ISLAM

PENGERTIAN SYAHADAT
Asyahadualla ilaaha illallah ini merupakan syahadat tauhid atau hakekat ketuhanan yaitu diri bathin manusia (Rohani)
Wa-asyhadu anna muhammadar rasulullah ini merupakan syahadat rasul atau hakekat kerasulan yaitu diri zahir manusia. (Jasmani).

Diri bathin (rohani) adalah sebenar-benarnya diri yang menyatakan : ..Rahasia Allah…
Untuk menyatakan diri  Rahasia Allah Adalah diri zahir manusia.
Sedangkan ….. Kata Muhammad pada syahadat Rasul mengandung arti yaitu diri zahir manusia yang menanggung rahasia Allah.

Kejadian manusia adalah satu-satunya kejadian yang paling rapi.( Q.S. Attin-4)
Kemulyaan manusia karena manusialah yang sanggup menanggung rahasia Allah (Q.S. Al-Ahzab 72).

Dan karena firman Allah dalam surat Al-Ahzab 72 inilah kita mengucapkan :
“Asyahadualla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah”
Yang berarti :
 Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah Semata dengan tubuh zahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya buat selama-lamanya.
Catatan:
Jumlah dalam kalimat tauhid itu ada 24 hurut
Hal ini mengisyaratkan kehidupan manusia adalah 24 jam sehari semalam.
Lailaha illallah muhammad rasullullah.

sumber : http://ismulhaq.com